Mau Dikemanakan Guru Yang Belum S1?

Gambar

Mau Dikemanakan Guru Yang Belum S1?

Oleh Drs. HAMKA, M,Pd

Kepala SDN. Rawabuaya 02 Pagi

 

Sekitar 2,7 juta guru di Indonesia, lebih dari 50 persen belum berpendidikan S1 khususnya guru SD. Sejak lama, pendidik atau guru dianggap sebagai orang yang paling mampu atau mempunyai kekuatan melakukan perubahan karena guru selalu berhadapan secara terprogram dengan peserta didik. Besarnya tanggung jawab para pendidik dalam membentuk karakter bangsa dapat dikaitkan dengan kompe­tensi yang harus dikuasai oleh setiap pendidik. Terlalu banyak harapan yang dibebankan kepada guru-guru Indonesia untuk meramu pendidikan agar menjadi lebih baik.

Berat memang beban yang harus dipikul oleh guru, mengingat banyaknya harapan yang ingin diwujudkan oleh bangsa ini sebagaimana yang dituangkan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Seringkali, harapan yang dibebankan pada guru tersebut nggak sejalan dengan kenyataan yang ada.

Bukan kali pertama bahkan sebelum lahirnya undang-undang No. 14 Tahun 2005 sangat sering  penulis  mengatakan, sudah saatnya memang guru SD berpendidikan S1. Sebab seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan iptek guru harus bisa bermimpi lima puluh tahun kedepan. Setidaknya kalau tamatan S-1 usianya sudah 22 tahun, sudah lumayan dewasalah dan  mudah-mudahan mau membuka diri, wawasannya lebih luas, tetapi juga jangan merasa sudah paling pintar, yang lupa diri tidak mau belajar lagi  dan akhirnya seperti lari ditempat. Lalu timbul pertanyaan bisakah atau mampukah guru sarapan paginya dengan koran atau internet?

Penulis tetap mempunyai keyakinan, peran utama pendidikan ada pada guru. Karena itu, pendidikan guru menjadi amat menentukan. Untuk guru SD, rasanya tidak lagi cukup bila hanya berpendidikan D-2, apalagi sekarang sudah diamanatkan oleh undang-undang no.14 Tahun 2005 pasal 8 dan 9. Dari segi usia, lulusan D-2 itu baru berusia 20 tahun. Kedewasaan macam apa yang bisa didapat. Di depan kelas, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pendidik.

Tidak bisa dipungkiri, perubahan zaman juga mengubah pandangan masyarakat terhadap profesi guru. Di lain pihak, munculnya fenomena baru di masyarakat juga ikut mengubah sosok guru, sebagai makhluk serba tahu, serba bisa, dan memiliki wibawa tinggi. Guru di masa lalu dinilai memiliki kualitas, karakternya kuat, memiliki semangat berkorban untuk masyarakat. Karena itu, para guru di masa lalu juga memiliki peran penting di masyarakat. Paling tidak, mereka sering dianggap berkemampuan membimbing masyarakat. Pendek kata, guru dianggap paling tahu, paling pas diminta nasihat, dan cocok dijadikan pembimbing masyarakat.

Di lain pihak, dengan tujuan memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah telah menyatakan komitmen untuk memperbaiki mutu guru. Kenaikkan pangkat dengan cara kridit poin dan sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang muaranya dapat mendongkrak kualitas pendidikan. Sertifikasi guru mendulang harapan agar impian melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak mulia dapat terwujud.

Dalam sertifikasi guru seba­gaimana yang diatur dalam UU tentang Guru dan Dosen, disyaratkan bahwa guru yang mengikuti sertifikasi harus berpendidikan S1. Namun dalam kenyataannya, dari 2,7 juta guru di Indonesia, lebih dari 50 persen belum berpendidikan S1 khusus­nya guru SD.  Timbul pertanyaan mau dikemanakan guru yang belum S1.

Penulis ingin mengusulkan, apa tidak sebaiknya guru-guru yang belum S1 diberi kesempatan untuk mencicipi kue sertifikasi? Tentunya dengan syarat-syarat yaitu dengan cara melihat dari pengalaman atau masa kerja guru tersebut.

Tidak ada salahnya guru yang masa kerjanya lebih dari 20 tahun diberi penghargaan dengan cara memberikan pendidikan atau pelatihan selama setengah bulan bagi guru yang memiliki ijazah SPG/D1 atau satu minggu bagi guru yang telah memiliki ijazah D2/D3. Lalu setelah mereka mengikuti pelatihan diberi setifikat profesi sebagai pendidik, sambil merekrut para calon guru yang berpendidikan S1 pendidikan atau PGSD bagi guru SD. Penulis yakin 10 atau 20 tahun kedepan kita dapat melihat hasilnya.

Namun demikian, persoalan sertifikasi belum selesai sampai di situ. Kabarnya masih banyak pemerintah daerah, yang meminta dispensasi untuk mengangkat guru lulusan D2 PGSD untuk mengajar di SD. Pemda saat ini sedang mengajukan formasi guru ke pusat. Banyak Pemda yang mengajukan dispensasi untuk mengangkat guru SD dari lulusan D2 PGSD.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesis Dr. Sulistiyo, M.Pd  mengatakan  ”15 tahun lagi akan ada 1,3 juta guru yang pensiun. Kalau pemerin­tah tak menjaga mutu guru, bisa dibayangkan seperti apa pen­didikan kita nanti, hingga saat ini pun masih ada 30 ribu guru ­yang sudah lulus sertifikasi namun belum memperoleh tun­jangan profesi. “Guru sudah penuhi persyaratan. Kalau urusan administrasi, itu urusan dinas pendidikan, bukan urusan guru. PGRI minta guru jangan dirugikan terus,” jelasnya. (Republika,Desember 2008) ◙Hamka/P.01. (Gema No. 03 Tahun 2009)

About these ads

Posted on November 14, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. tolong juga sama pemda untuk memikirkan guru yang belum s1 ini ,disekolahkan dari dana apapun termasuk dana koruptor yang di sita negara

  2. saya sangat setuju dengan artikel d atas..bapak saya seorang guru SD dengan ijazah D2.masa pengabdian selama 28th.seperti terlupakan setelah mengikuti serangkaian persyaratan yang mengharuskan pengiriman berkas,mengikuti PLPG selama 10 hari…pada kenyataan nya harus menelan pil pahit bahwa tidak ada kabar bahwa bapak saya tidak bisa menerima sertifikasi.jujur sangat kecewa..perjuangan mendidik anak bangsa selama 28 th seperti tidak dihargai hanya karena gelar S1…yang belum tentu mereka yang mempunyai gelar dan menerima sertifikasi sudah mengabdi kepada bangsa sebagai guru selama 28th seperti bapak saya…

    • Saya setuju! semua guru baik yg S1 maupun yg belum S1 bisa mencicipi kue setifikasi, kecuali guru2 yg masih pemula artinya guru-guru sekarang hrs S1 karena memang amanatkan undang2

  3. Sekarang kan kue sertifikasi dah dirasakan juga sama temen2 guru yg belom S1 bu Suwati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: