Ketika Guru Tersenyum

Gambar

Ketika Guru Tersenyum

Oleh Drs. HAMKA, M.Pd

Pengawas Utama Jakarta Barat

Nampak sekali wajah-wajah sumringah para pahlawan pendidikan ketika mendatangi ATM-ATM Bank DKI, baik yang berada di bank itu sendiri maupun di supermarket-supermarket terdekat. Kabar naiknya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) para pahlawan pendidikan (guru) itu tersebar dari mulut ke mulut, ada yang mendapat kabar dari temannya, ada yang mendapat berita dari atasannya setelah sosialisasi dari BKD Provinsi DKI Jakarta.

Secara kasat mata, wajah ceria dan bersinar itu nyata sekali terlihat di raut wajah para pejuang masa depan bangsa yang baru saja melihat printout buku tabungan monas di Bank DKI di akhir minggu ketiga April lalu. (untuk DKI baca saja buku tabungan monas). Dan nampak beberapa orang berseragam biru dongker sambil tersenyum  simpul dan bersenandungria setelah mendatangi ATM-ATM di Supermarket-supermarket terdekat dari tempat tinggalnya sekitar Jabodetabek.

“Saya bersyukur sekali TKD  saya sudah naik, ternyata kenaikan TKD guru bukan mimpi di siang bolong dan ini benar-benar terjadi. Mudah-mudahan ini awal dari kebangkitan dunia pendidikan, khususnya di DKI Jakarta” ungkap Hj. Rr. Sri Yuniarti, M.Pd salah seorang kepala sekolah SD di bilangan Jakarta Barat bergolongan IV/a yang juga Sekertaris II PGRI Jakarta Barat, hal ini juga dibenarkan Drs. H. Abdul Rohim, MM salah seorang calon pengawas TK/SD dari Kecamatan Kembangan Jakarta Barat yang juga Ketua PGRI Kecamatan Kembangan.

Dalam Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, ditandatangani langsung oleh Dr. H. Fauzi Bowo selaku Gubernur DKI Jakarta bernomor. 38 tahun 2011. Dalam Surat Keputusan ini dijelaskan sebagai berikut;    (1) Golongan II/a s.d II/d Rp. 2.931.750,- (2) Golongan III/a s.d III/b Rp. 3.653.750,- (3) Golongan III/c s.d III/d Rp. 3.885.000,- (4) Golongan IV/a s.d IV/b Rp 4.116.250,- (5) Golongan IV/c s.d IV/d Rp. 4.347.500,-.

Hal ini tentunya disambut baik para pengukir masa depan bangsa (guru), apalagi kabar naiknya TKD sudah lama terdengar. Sekarang guru boleh tersenyum, karena pangkat/golongannya dihargai oleh Pemda DKI Jakarta. Selama ini guru mendapatkan TKD sama rata, dari golongan II/a – IV/e, yaitu Rp. 2.900.000 (Dua juta sembilan ratus ribu rupiah, belom dipotong pajak) tetapi sekarang sudah mendekati adil’. Paling enggak TKD sekarang sudah bisa mengobati penantian para guru yang pernah dijanjikan PGRI DKI Jakarta.

Dalam konteks peningkatan kesejahteraan para guru di DKI Jakarta secara umum, PGRI DKI Jakarta mempunyai peran yang besar terhadap peningkatan TKD para guru. Ini dibuktikannya dengan mengirim surat kepada Gubernur provinsi DKI Jakarta tertanggal 6 April Tahun 2010 lalu, yang ditandatangani langsung oleh Sekertaris Drs. H. Adi Dasmin, MM dan Ketua Drs. H. Moh. Arief, M.Pd.

Peningkatan TKD para guru juga seharusnya diimbangi dengan kinerja atau kualitas kerja guru itu sendiri, biar bagaimanapun guru juga harus bersyukur, karena pada dasarnya baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sudah mempunyai komitnen terhadap kesejahteraan guru secara umum. Komitmen Pemda DKI dengan kenaikkan TKDnya, sedangkan Pemerintah Pusat dengan Sertifikasinya. Kalau komponen bangsa ini enggak maubersyukur penulis khawatir kita menjadi bangsa yang ter-azab, hina dan nista.

Kalau penulis enggak salah dengar,  Imam Syafi’i pernah berkata “Barang siapa yang mensyukuri apa yang ada pada dirinya, niscaya orang itu akan lepas dari rasa nista”

Apalagi kalau penulis boleh mengutif Firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7 yang artinya “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”.

Jangan sampai kenaikan TKD menjadi laknat bukan nikmat atau rakhmat dalam diri kita, apalagi disinyalir adanya korelasi antara kenaikan TKD dengan meningkatnya perceraian pegawai di DKI Jakarta. Ini pertanda petaka bagi kita semua. Mungkin karena kita kurang bersyukur dan kurang memaknai hidup, sehingga enggak ada keberkahan dalam hidup kita. Muda-mudahan ini hanyalah kabar burung yang enggak pernah terjadi, apalagi pada komunitas pendidikan di DKI Jakarta. Marilah kita songsong masa depan lebih baik, agar hidup kita lebih hidup dan berkualita◙Hamka/P.01

Posted on Oktober 30, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: