Sertifikasi Guru Bukan Mimpi

Gambar

Sertifikasi Guru Bukan Mimpi

Oleh Drs. HAMKA, M.Pd

Kepala Sekolah SDN. Cengkareng Barat 13 Pagi

Di awal tahun 2008 nampak sekali wajah-wajah sumringah para umar bakri yang lolos dalam sertifikasi guru tahun 2006. Secara kasat mata wajah-wajah ceria dan bersinar itu nyata sekali terlihat para umar bakri yang baru saja melihat printout buku gaji Monas di Bank DKI. (untuk DKI baca saja buku Tabungan Monas).

“Saya bersyukur sekali gaji pokok saya sudah naik dua kali lipat, ternyata sertifkasi guru bukan mimpi di siang bolong dan ini benar-benar terjadi, mudah-mudahan ini awal dari kebangkitan dunia pendidikan” ungkap Hj. Sri Sudaryatuti, S.Pd salah seorang kepala sekolah SD di bilangan Jakarta Barat yang mendapat kuota sertifikasi tahun 2006, hal ini juga dibenarkan Drs. Eko Bawono.

Awalnya memang pengumuman ini agak terlambat serta kurang jelasnya informasi sempat membuat para umar bakri kebingungan, sebut saja Hamka (48), Kepala SDN Cengkareng Barat 13 Pagi, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, baru melihat pengumuman kelulusannya pada awal Oktober 2007 melalui situs internet Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas itupun nggak seluruhnya ada. Ia sempat merasa ragu bahwa dirinya benar-benar telah lolos sertifikasi karena tidak menerima surat pengumuman resmi secara langsung.

Setelah lulus masih ada tugas yang harus disiapkan.

Dokumen yang harus disiapkan guru untuk mendapatkan tunjangan profesi adalah SK kenaikan pangkat terakhir dan SK kenaikan gaji berkala yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah (bagi guru PNS), SK inpassing jabatan fungsional guru bukan PNS yang dilegalisasi oleh kepala sekolah dan yayasan (bagi guru bukan PNS), surat keterangan beban kerja guru mengajar dari kepala sekolah pada satuan pendidikan dimana guru tersebut menjadi guru tetap serta fotokopi nomor rekening bank/pos.

Guru yang lulus sertifikasi pasti dibayar tunjangan profesinya?

Bagi guru yang terdaftar sebagai peserta sertifikasi tahun 2006, yang lulus bulan September 2007 tunjangan profesi dibayarkan terhitung mulai bulan Oktober 2007. Guru yang lulus bulan Oktober 2007 tunjangan profesi dibayarkan terhitung mulai bulan November 2007. Guru yang lulus bulan November 2007 tunjangan profesi dibayarkan terhitung mulai bulan Desember 2007. Guru yang lulus bulan Desember 2007 tunjangan profesi dibayarkan terhitung mulai bulan Januari 2008. Sedangkan guru lainnya akan menerima tunjangan profesi terhitung mulai bulan Januari pada tahun berikutnya setelah mendapatkan sertifikat pendidik.

Guru sudah menerima tunjangan Profesi

Guru yang dinyatakan lolos proses sertifikasi kuota tahun 2006 telah menerima tunjangan profesi pendidik. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, guru yang terdaftar sebagai calon peserta sertifikasi guru pada tahun 2006 dan telah dinyatakan lolos berhak memperoleh tunjangan profesi pendidik terhitung mulai 1 Oktober 2007 (sudah dibayarkan untuk 2006    per-tiga bulan).

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilakukan oleh LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah. Pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, yakni dilakukan dalam bentuk portofolio.

Mengingat pelaksanaan sertifikasi  di atas, banyak melibatkan instansi terkait agar dapat dilakukan penjaminan mutu pelaksanaan yang memadai diperlukan pedoman sertifikasi. Secara garis besar panduan sertifikasi guru ini berisi rasional dan dasar hukum, prosedur pelaksanaan sertifikasi guru, mekanisme penilaian portofolio, prosedur penyelenggaraan diklat profesi guru, dan konsorsium sertifikasi guru.

Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan kerja oleh berbagai instansi terkait dengan penyelenggaraan sertifikasi bagi guru dalam jabatan pada`tahun 2007. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Sertifikasi Guru dan pihak lain yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dalam mewujudkan pedoman ini. Mudah-mudahan Sertifikasi guru dalam jabatan dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan secara efektif dan efisien.

Untuk sekarang ini memang masih mengutamakan bagi guru yang kualifikasi akademiknya S1/D-IV ke atas dan masa kerja yang memadai. Di dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Persyaratan kualifikasi akademik guru adalah S1/D-IV yang dibuktikan dengan ijazah sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan.  Persyaratan kompetensi guru mencakup penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan social yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi.

 

Presiden Janji Naikkan Kesejahteraan Guru

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, guru tidak perlu terus-menerus berunjuk rasa menuntut pemerintah memikirkan dan meningkatkan kesejahteraan guru. Tanpa dituntut melalui unjuk rasa, pemerintah sudah memikirkan dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan guru.

“Kalau guru berunjuk rasa, muridnya bagaimana?” ujar Presiden saat memberi amanat pada peringatan puncak Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Ke-62 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Pekanbaru, Riau, Minggu (25/11) lalu.

”Pendidikan jadi prioritas. Saya dan menteri akan meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan guru. Ini adalah komitmen dan tanggungjawab negara menaikkan kesejahteraan,” kata Presiden yang berseragam batik PGRI berwarna hitam putih. Presiden meminta agar Mendiknas dan Menkeu serta DPR untuk merumuskan kenaikan anggaran pendidikan disertai kenaikan kesejahteraan guru.

”Jumlahnya tentu cukup signifikan, namun tidak meninggalkan tugas peningkatan kesejahteraan profesi lain,” kata Presiden. Presiden mengatakan Pemerintah dangan segala tantangan dan keterbatasannya berusaha terus meningkatkan pendidikan agar manusia dan bangsa Indonesia lebih bermartabat, unggul dan berdaya saing. Menurut dia, jika dunia pendidikan terus digalakkan dan ditingkatkan maka tujuan memajukan bangsa bisa terwujud dan bisa menang dalam persaingan keras globalisasi.

Pada kesempatan yang sama Presiden juga mengharapkan para guru untuk tidak sering melakukan demo dalam menyampaikan aspirasinya. ”Tidak perlu harus berunjuk rasa, kalau guru senang berunjuk rasa nanti muridnya bingung siapa yang mengajar mereka,”imbuhnya.

Tanpa berunjuk rasa, Presiden yakinkan, aspirasi kalangan guru akan ditanggapi oleh pemerintah. Bahkan PGRI dimintanya untuk terus memberikan saran dan masukan yang tepat dan realistik kepada pemerintah untuk kepentingan masa depan pendidikan dan guru yang lebih baik. ”Tanpa unjuk rasa, kita akan tanggapi dengan baik untuk merumuskan cara-cara yang baik,” janjinya

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan guru, Presiden memerintahkan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan menteri-menteri terkait mengajak DPR merumuskan dan menaikkan anggaran pendidikan dan kesejahteraan guru.

Sebagai contoh dari langkah nyata pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru, menurut Presiden, telah dan akan terus dilakukan pengangkatan tenaga honorer guru menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sampai tahun 2007, jumlah tenaga honorer guru yang diangkat menjadi PNS berjumlah 351.505 orang. “Dalam lima tahun pemerintahan saya, seluruh tenaga honorer akan mendapat status resmi sebagai PNS,” ujar Presiden disambut tepuk tangan meriah.

Presiden mengemukakan, dirinya paham perasaan guru. Presiden bercerita, sebelum masuk akademi militer, dirinya pernah mengikuti Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur.

Pembinaan Setelah Sertifikasi

Pembinaan guru harus berlangsung secara berkesinambungan, karena prinsip mendasar adalah guru harus merupakan a learning person, belajar sepanjang hayat masih dikandung badan. Sebagai guru profesional dan telah menyandang sertifikat pendidik, guru berkewajiban untuk terus mempertahankan prosionalitasnya sebagai guru.

Pembinaan profesi guru secara terus menerus (continuous profesional development) menggunakan wadah guru yang sudah ada, yaitu kelompok kerja guru (KKG) untuk tingkat SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk tingkat sekolah menengah. Aktifitas guru di KKG/MGMP tidak saja untuk menyelesaikan persoalan pengajaran yang dialami guru dan berbagi pengalaman mengajar antar guru, tetapi dengan strategi mengembangkan kontak akademik dan melakukan refleksi diri.

 

Pengawas Nggak di Sertfikasi

Ketika wajah-wajah sumringah para umar bakri (baca guru dan kepala sekolah) begitu mendengar dan melihat pengumuman lolos dalam sertifikasi guru di internet (baca angkatan 2006 dan 2007), ditambah lagi ketika wajah-wajah ceria dan berkaca-kaca menghiasi wajah para guru ketika baru saja pulang dari Bank DKI (khusus guru DKI)  lain halnya dengan para Pengawas (baca engkongnya guru) wajah muram dan lesu nggak bisa disembunyikan oleh para pengawas karena memang nggak dapat kuota sertifikasi padahal yang menilai guru dan kepala sekolah adalah Pengawas.

“Saya juga heran, kok Pengawas nggak dapat jatah sertifikasi, padahal pengawas punya tanggung jawab langsung maupun tidak langsung terhadap kemajuan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas, Khususnya  di sekolah yang menjadi binaannya, bahkan saya dengar kabar, apabila seorang kepala sekolah atau guru yang mempunyai sertifikasi kemudian diangkat menjadi pengawas maka tunjangan profesinya tidak dibayarkan lagi” gumam H. Damas salah seorang Pengawas TK/SD di bilangan Jakarta Selatan, Damas berharap mudah-mudahan dimasa yang akan datang pemerintah juga memberikan jatah atau kuota sertifikasi kepada para pengawas di tanah air ◙.Hamka/P.01 (Gema No. 03 Tahun 2008)

Posted on November 13, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: