Guru Enggak Mau Terbelenggu Digolongan IV/a

Gambar

Guru Enggak Mau Terbelenggu  Digolongan IV/a

Oleh Drs. HAMKA, M.Pd

Kepala SDN Cengkareng Barat 13 Pagi

“Menulis karya ilmiah itu dikatakan susah bagi yang tidak mau mencoba, tetapi sebenarnya mudah bagi yang mau berlatih. Tinggal pilih mana yang akan ditulis karena ada tujuh pilihan untuk menulis karya ilmiah yaitu: (1) karya tulis ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survey dan atau evaluasi, (2) karya tulis atau makalah yang berisi tinjauan atau ulasan ilmiah, (3) tulisan ilmiah populer,   (4) prasaran berupa tinjauan, gagasan, ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah, (5) buku pelajaran atau modul, (6) diktat pelajaran dan, (7) karya penerjemahan”. Hal ini dikatakan Kepala Biro Pegawaian Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Drs. H. Mudji Yusuf pada acara work shop PGRI Kecamatan Koja yang bertempat di gedung PKG Jakarta Utara. pada tanggal 4-7 September 2004 lalu.

Acara ini selain di hadiri oleh Ketua PGRI Propinsi DKI  Jakarta Bapak Drs. H. Abdul Rochim MM yang sekali gus membukanya, juga dihadiri oleh Kepala Biro Kepegawaian Departemen Pendidikan Nasional Drs. H. Mudji Yusuf yang juga selaku nara sumber, Kepala Subdis Tendik Dikmenti Drs. H. Tatang Sutarsa, M.Pd, Kasudin Dikdas Jakarta Utara Drs. H. Suhadi ES, MM, Ketua PGRI PD II Jakarta Utara Abdul Razak Daud, SH, Kasi Dikdas Kecamatan Koja dan Ketua PGRI Cabang Koja Drs Walijan.

Peserta yang terdiri dari guru/ kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA dan SMK se- Kecamatan  Koja, bahkan ada dari Kecamatan Cilincing serta Kelapa Gading sebanyak 95 (Sembilan puluh lima) orang, pada umumnya antusias dibuktikan dengan keseriusan mereka dari materi kemateri, dari hari kehari diikuti secara seksama dan serius. Selain itu pula sembilan puluh persen dari jumlah perserta mengharapkan adanya bimbingan dalam rangka menulis karya ilmiah sesuai dengan aturan dan selera pejabat yang berkompeten menilai karya ilmiah untuk penetapan angka kredit pada pengembangan profesi.

Masih dalam kesempatan yang sama Mudji Yusuf  mengatakan  “Untuk mencapai angka kredit 12 (Dua belas), dari pengembangan profesi ada lima pilihan kegiatan: (1) melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah dibidang pendidikan, (2) membuat alat pelajaran/alat peraga/alat bimbingan, (3) meciptakan karya seni, (4) menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan dan, (5) mengikuti pengembangan kurikulum. Pembuatan Karya Tulis Ilmiah, sebenarnya tidak terlalu sulit asal sudah memenuhi syarat standar minimal Karya Tulis Ilmiah saja sudah mendapat nilai, tidak perlu syarat ideal”, imbuh Kepala Biro Kepegawaian Departemen Pendidikan Nasional itu”

Pada acara ini, peserta selain mendapat penjelasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana menulis karya ilmiah juga menerima penjelasan yang gamblang dari para nara sumber terutama penjelasan Kepala Biro Pegawaian Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Drs. H. Mudji Yusuf.

Ketua PGRI Propinsi DKI  Jakarta Drs. H. Abdul Rochim MM dalam amanatnya  mengatakan “Bahwa se-propinsi DKI baru Cabang Koja yang berani mengadakan kegiatan seperti ini, bahkan Koja saya anggap sebagai barometer dari cabang-cabang lain”.yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Drs. Hamka, M.Pd salah seorang nara sumber mengatakan “Pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini kalau kita sulit-sulitin memang sulit, tetapi kalau kita mudah-mudahin insya Allah mudah, semua  ini bisa dipelajari modalnya kemauan. Banyak sekali buku-buku yang dijual di toko tentang pembuatan karya tulis ilmiah, misalnya  buku mengenai metodologi penelitian, metode researh maupun statistika. Marilah  kita sama-sama belajar menulis, sebab kalau kita tidak mulai dari sekarang kapan lagi!, kuncinya kemauan dan banyak membaca. Kita biasakan membaca dalam satu hari tiga puluh menit saja”.

“Mudah-mudahan kalau kita sudah terbiasa membaca, dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah pun tidak mengalami hambatan yang berarti. Apa lagi Kepala Sekolah dan Guru-guru di Kecamatan Koja khususnya dan di Jakarta Utara umumnya usianya masih muda-muda serta banyak yang Sarjana bahkan Pasca Sarjana”,

Pada hakekatnya work shop merupakan kebutuhan bagi orang-orang yang selalu dinamis ingin menambah sumber daya dirinya, terlebih bagi guru penular pengetahuan, pengalaman serta keterampilan terhadap murid atau orang lain yang membutuhkan.

Karena hal tersebut PGRI Cabang Koja yang direspon oleh PGRI Kotamadya Jakarta Utara, sehingga menjadi suatu kerja sama memberanikan diri mengadakan Work Shop Penulisan Karya Ilmiah yang merupakan kebutuhan hampir semua guru dam sekaligus merealisasi amanat Konkercab ke-3 (tiga) PGRI Cabang Koja.

Bila karya tulis ilmiah ingin mendapatkkan kredit sebagai pengembangan profesi harus ada pengasahan dari kepala sekolah dan lembaga profesi, kajian pada lingkup pendidikan, langkah pengerjaannya menggunakan metode berfikir ilmiah, serta sosok tampilannya sesuai dengan pedoman terbitan Depdiknas.

Mengapa guru sulit memulai menulis? Dikarenakan belum biasa memulai, sempitnya waktu untuk menulis, kurangnya pengetahuan, tidak mengethui jenis karya ilmiah yang dinilai angka kredit serta takut melihat teman yang sudah mencoba selalu gagal.

Harapan ketua panitia Drs.Singgih Trihadi, “Peserta workshop agar segera memulai membiasakan diri untuk menulis, mempergunakan waktu luang, banyak mambaca buku referensi karna kita sekarang sudah tahu cara menulis karya ilmiah termasuk langkah-langkah yang harus ditempuh”.yang dibenarkan oleh ketua PGRI Kotamadya Jakarta Utara Abdul Razak Daud SH.

“Siapa takut!, Koja kan Kotanya Jakarta” kata Nana H. selaku sekertaris panitia yang juga Kepala. SDN RBS 05 Koja.  Nana menambahkan “Diadakannya work shop ini bertujuan untuk membantu teman-teman yang kebingungan mencari jalan keluar untuk kenaikan pangkat yang bersyaratkan nilai pengembangan profesi mengenai karya ilmiah. Karena Guru tidak mau terbelenggu di golongan IV/a”.tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Dra. Endang Nurhayati guru SMPN 30 yang baru saja menyandang peringkat I guru berprestasi tingkat provinsi DKI Jakarta “Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti work shop ini, karena selain bisa mengingat kembali tata cara penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) juga mendapat informasi-informasi baru tentang nilai pengembangan profesi”.

Pada sambutan penutupan Ketua PGRI PD II Jakarta Utara Abdul Razak, SH mengatakan “Memang Koja ini selalu sebagai penggagas, karena itu saya akan himbau semua Cabang PGRI di Jakarta Utara untuk mengadakan kegiatan yang sama dengan Koja, karena sudah terbukti adanya peserta Kecamatan Cilincing dan Kelapa Gading. Yang berarti pula guru maupun kepala sekolah di Kecamatan lainpun menunggu penjelasan kalau perlu pelatihan penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan dan memenuhi peryaratan sebagai nilai kredit pengembangan profesi”. ◙Hamka/P.01 (Gema No. 11 Tahun 2004)

Posted on November 14, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: