Memotivasi Guru, Untuk Lebih Banyak Menulis

Gambar

Oleh

Drs. Hamka, M.Pd

Kepala SDN. Rawabuaya 02 Pagi

 

Penggelontoran Surat Keputusan Menteri Negara Aparatur Negara Nomor: 26/MENPAN/1989, Tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Guru, sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan martabat jabatan guru, yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan guru, dimana guru bukan saja menduduki pangkat sampai ke-IV/a , bahkan sampai ke-IV/e. Namun semua ini harus diimbangi dengan keterampilan menulis oleh para guru tersebut khususnya nilai pengembangan profesi. Tetapi kenyataannya masih banyak guru yang enggan dan malas menulis ataupun melaksanakan penelitian untuk mencapai golongan IV/b ke-atas.

Sekarang, kewajiban guru untuk mendapat nilai pengembangan profesi semakin dituntut, karena mulai golongan III/b guru harus memulai mengumpulkan nilai pengembangan profesi yang notabene untuk mencari nilai tersebut enggak mudah. Kelihatannya beban ataupun kewajiban guru semakin bertambah, karena nilai pengembangan profesi diwajibkan bukan saja untuk kenaikkan pangkat ke-IV/b ke-atas, akan tetapi juga mulai golongan III/b ke-atas.

Pada waktu kewajiban memenuhi angka pengembangan profesi untuk ke-golongan IV/b saja, banyak guru yang nyangkut di golongan IV/a, apalagi kewajiban itu dimulai dari kenaikan pangkat III/b, kemungkinan besar untuk mencapai golongan IV/a saja, banyak guru yang bergelimpangan di bawah  golongan IV/a. Apakah hal  ini baru sekedar wacana atau memang sudah ada pengganti Surat Keputusan Menteri Negara Aparatur Negara Nomor: 26/MENPAN/1989.

Sebab dalam Surat Keputusan Menteri Negara Aparatur Negara Nomor: 26/MENPAN/1989 yang diwajibkan memenuhi angka keridit pengembangan profesi, hanya untuk kenaikkan pangkat golongan IV/b ke-atas. Untuk kenaikkan golongan ke-IV/b keatas penulis setuju diberlakukan kewajiban memenuhi angka keridit pengembangan profesi sejumlah 12.

Belom lama ini Direktur Profesi Pendidik Kementerian Pendidikan Nasional, Ahmad Dasuki, kepada peserta konferensi guru internasional di Jakarta mengatakan, “Sejak golongan III/b guru harus mulai menulis. Kalau dari muda sudah bisa menulis, tuanya pasti jadi biasa,” Pemerintah pada dasarnya mendorong para guru lebih banyak menulis untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Masih dalam kesempatan yang sama Ahmad Dasuki menambahkan, kesulitan itu bisa diatasi dengan menerapkan disiplin menulis dengan materi dan media yang ada. Guru, kata dia, tidak harus membatasi diri dengan membuat tulisan ilmiah terkait prosess pendidikan.

“Pasti ada banyak pengalaman saat guru berinteraksi dengan guru yang lain, siswa maupun anggota masyarakat, itu juga bisa ditulis. Saya yakin semua bisa karena selama ini cukup banyak buku-buku inspiratif yang lahir dari tangan guru,”.

Guru-guru yang dapat mengakses informasi melalui internet dan menggunakan fasilitas tersebut, kata dia, bisa lebih mudah memulai kebiasaan menulis mereka. “Luangkan waktu setengah atau satu jam saja untuk menulis, misalnya dengan menulis di blog, lama-lama pasti bisa,” katanya.

Pada acara yang sama, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA,  Ahmad Mukhlis Yusuf, yang juga menjadi pembicara dalam konferensi itu mengemukakan, kemampuan menulis guru tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas profesional mereka tapi juga bisa mempengaruhi masyarakat. Ahmad Mukhlis Yusuf mengatakan dengan menulis, para guru bisa membagi ilmu dan informasi yang mereka miliki dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih memahami seluk beluk dunia pendidikan.

Namun demikian, bagi sebagian guru membuat tulisan bukan pekerjaan yang mudah, mengingat beban tugas mereka sebagai pengajar menyita cukup banyak waktu, apalagi guru-guru yang bertugas di sekolah dasar yang memang masih kebanyakan guru kelas, yang otomatis sebagai walikelas.

Salah seorang peserta konferensi dari Provinsi Bengkulu mengatakan “Kegiatan menulis perlu untuk kualifikasi akademis namun beban tugas yang banyak sering membuat kami sulit merealisasikan menulis. Fokus kami lebih pada pengembangan metode belajar, inovasi dalam kegiatan belajar, evaluasi dan yang lainnya, akses terhadap media informasi yang masih terbatas di sebagian daerah membuat para guru kesulitan mendapat materi pendukung untuk membuat tulisan imbuhnya.

Kemauan menulis guru, masih rendah

Sekarang  ini tradisi atau kemauan guru untuk membuat tulisan ilmiah maupun bukan tulisan  ilmiah pada guru pegawai negeri sipil (PNS) dinilai masih sangat rendah, karena kesemuanya memang memerlukan kemauan dan waktu yang ekstra Hal ini tentunya akan menghambat kenaikan golongan, karena pemerintah menjadikan keahlian itu sebagai bagian dari penilaian untuk kenaikan golongan kepangkatan.

Guru dari golongan III/b diwajibkan membuat karya pengembangan profesi minimal dua,  untuk bisa naik pangkat ke golongan III/c diwajibkan empat. Untuk kenaikan golongan ke-III/d enam angka keridit, sedangkan untuk kenaikan golongan ke-IV/a seorang guru harus memenuhi nilai pengembangan profesi sebanyak delapan. Untuk kenaikkan golongan ke-IV/b sejumlah 12 angka keridit pengembangan profesinya. Beban kredit dari karya pengembangan profesi makin tinggi untuk peningkatan golongan yang lebih tinggi.◙Hamka/P.01

 

 

Tabel

No Jabatan

Fungsional Guru

Pangkat Golongan / Ruang Angka Keridit Komulaitf Angka Pengembangan Profesi yang diperlukan Angka Pengembangan Profesi Komulatif
1 Guru Pratama Pengatur Muda II/a 25
2 Guru Pratama TK I Pengatur Muda TK I II/b 40
3 Guru Muda Pengatur II/c 60
4 Guru Muda TK I Pengatur TK I II/d 80
5 Guru Madya Penata Muda III/a 100
6 Guru Madya TK I Penata Muda TK I III/b 150 3 pengembangan diri/PD 3
7 Guru Dewasa Penata III/c 200 4 6
8 Guru Dewasa TKI Penata TK I III/d 300 6 12
9 Guru Pembina Pembina IV/a 400 8 20
10 Guru Pembina TK I Pembina TK I IV/b 550 12 32
11 Guru Utama Muda Pembina Utama Muda IV/c 700 12 54
12 Guru Utama Madya Pembina Utama Madya IV/d 850 12 66
13 Guru Utama Pembina Utama IV/e 1000 12 78

Permen-PAN-RBNo. 16-tahun 2009 (Gema No. 04 Tahun 2010)

Posted on November 14, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: