Sudin Dikdas Jakarta Barat Adakan Pengembangan Wawasan Tenaga Kependidikan SD dan SMP Bagi Golongan IV/a

Gambar

Sudin Dikdas Jakarta Barat Adakan Pengembangan Wawasan

Tenaga Kependidikan SD dan SMP Bagi Golongan IV/a

”Modal dasar untuk menulis adalah kemauan dan jangan takut salah. Walaupun kita pintar dan mampu tetapi kalau kita tidak punya kemauan, keberanian dan selalu takut salah jangan berharap banyak kita bisa memenuhi nilai pengembangan profesi. Mulai sekarang marilah kita coba menulis, mudah-mudahan dengan pelatihan ini kita dapat membuka dan menambah wawasan dalam rangka pengembangan profesi”.

Hal ini dikatan Kasudin Dikdas Jakarta Barat Drs. H. Soeparlan Kasyadi, MM pada acara pelatihan Pengembangan Wawasan Tenaga Kependidikan SD dan SMP Bagi Golongan IV/a Sudin Dikdas Jakarta Barat di Hotel Mars Cipayung pada tanggal 3 s.d 5 Januari 2008 lalu. Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala LPMP Provinsi DKI Jakarta Drs. Abdul Mu’id Zein, M. Pd.

Acara ini dihadiri selain Kasudin Dikdas Jakarta Barat Drs. H. Soeparlan Kasyadi, MM yang sekali gus membukanya, juga dihadiri oleh Kepala LPMP Provinsi DKI Jakarta Drs. Abdul Mu’id Zein, M. Pd., Kasi Tenaga Kependidikan Sudin Dikdas Jakarta Barat Drs. Nasikhi, M.Pd dan sedikitnya 35 orang kepala sekolah dan guru SD, SMP          se-Jakarta Barat.

Dalam kesempatan yang sama Drs. Hamka, M.Pd salah seorang nara sumber mengatakan “Untuk mencapai angka kredit 12 (dua belas), dari pengembangan profesi pada dasarnya ada 7 pilihan kegiatan, yaitu; (1) karya tulis ilmiah hasil penelitian yang sering disebut KTI, PTK, pengkajian, survey dan atau evaluasi, (2) karya tulis atau makalah yang berisi tinjauan atau ulasan ilmiah, (3) tulisan ilmiah populer, (4) prasaran berupa tinjauan, gagasan, ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah, (5) buku pelajaran atau modul, (6) diktat pelajaran dan, (7) karya penerjemahan. Pembuatan karya tulis ilmiah, sebenarnya tidak terlalu sulit asal sudah memenuhi syarat standar minimal Karya Tulis Ilmiah (KTI)  atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) saja sudah mendapat nilai, tidak perlu syarat ideal seperti pembuatan tesis ataupun disertasi”.

Peserta yang hadir pada umumnya antusias, terbukti dengan keseriusan mereka mengikuti pelatihan penulisan karya tulis ilmiah secara seksama. Selain itu pula hampir semuanya dari jumlah perserta mengharapkan adanya bimbingan dalam rangka menulis karya ilmiah sesuai dengan aturan yang baku, sehingga tidak akan sia-sia dalam pembuatan karya tulis ilmiah tersebut, bila perlu sesuai dengan selera pejabat yang berkompeten menilai karya ilmiah untuk penetapan angka kredit pada pengembangan profesi.

Masih dalam kesempatan yang sama Hamka menambahkan “Pembuatan karya tulis ilmiah ini kalau kita sulit-sulitin memang sulit, tetapi kalau kita mudah-mudahin insya Allah mudah, semua  ini bisa dipelajari modalnya kemauan. Banyak sekali buku-buku yang dijual di toko tentang pembuatan karya tulis ilmiah, misalnya  buku mengenai metodologi penelitian, metode researh maupun statistika. Marilah  kita sama-sama belajar menulis, sebab kalau kita tidak mulai dari sekarang kapan lagi!, kuncinya kemauan”, imbuh Hamka yang sedang mengusulkan pangkat Pembina Utama  atau golongan IV/e. ◙Yadi/P.01 (Gema No. 02 Tahun 2008)

Posted on November 17, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: