“Bolaku Sayang Bolaku Malang”

550694_249682765160288_1699879371_n

“Bolaku Sayang Bolaku Malang”

Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar PSSI di Palangkaraya Kalimantan Tengah senin tanggal 10 Desember 2012 akhirnya enggak direstuin pemerintah. Pejabat sementara Menpora Agung Laksono, urung memberikan rekomendasi karena PSSI dinilai enggak mematuhi nota kesepahaman (MoU).

Sesuai dengan MoU antara PSSI dan KPSI, jelas Agung, penyelenggaraan kongres dengan menggunakan peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Solo Juli 2011 (Voter Solo)

“Karena tidak sesuai dengn MoU, maka saya tidak merekomendasi penyelenggaraan kongres PSSI di Palangkaraya” kata Agung laksono di kantor Kemenpora Senayan (ROL, 9-12-2012)

Harapan para pecinta bola di Indonesia, sebenernya bersatunya antara PSSI dengan KPSI, agar persepakbolaan di Indonesia semakin solid, tetapi kenyataannya hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan kok enggak ada tanda-tanda untuk bersatunya kepengurusan persepakbolaan di Indonesia yaitu antara PSSI dengan KPSI.

Apa pengurus sepak bola harus dari kalangan ABRI, biar netral, enggak terpengaruh politik praktis, apa harus KASAD atau PANGAB yang ngurusin bola, secara pribadi penulis sangat setuju kalau PSSI dipimpin oleh Jendral berbintang tiga atau empat, agar lebih netral dan kuat, supaya enggak ada intrik-intrik politik praktis.460655_257511241044107_1795388264_o

Urusan bola sebenarnya amat sederhana, sebab permainan sepak bola-kan cuma urusan tendang menendang bola, over-mengover bola  dan setelah ditendang, diover dimasukkan bola itu kedalam gawang, Kok keliatannya urusan bola di Indonesia begitu njelimet membuat otak jadi pusing melihat urusan sepak bola yang seharusnya sederhana dan mudah, terkesan enggak ada habis-habisnya.

Sampai sekarang PSSI enggak pernah tuntas dalam memecahkan masalah dualisme Tiem Nasional, padahal rakyat sudah lama menanti kesolidan PSSI, mungkin ini disebabkan karena masing-masing pihak merasa paling benar dan pintar.

Dampak dari ketidak solidan persepakbolaan kita, sampai pada bulan November tahun 2012 ini,  kita berada pada rangking  165 FIFA, yang notabene sebuah lembaga atau institusi persepakbolaan sejagat raya ini. Kitapun enggak boleh menyalahkan sana-sini, yang penting mari kita tatap masa depan persepakbolaan kita agar disegani baik kancah Asia Tenggara, Asia dan bahkan dunia. Beberapa tahun lalu kita pernah rangking 130-an, artinya di atas 140-an FIFA.

Kalau kita menengok lebih jauh kebelakang kita pernah berlaga di kancah dunia, kita pasti bisa meraih kembali posisi itu dengan syarat kompak dan solid tidak ada yang merasa paling benar, tidak ada yang merasa paling kuat, mari kita sama-sama atasi masalah ini, kalau memang kita masih merasa sayang dan punya tanggungjawab terhadap kemajuan persepakbolaan Indonesia.

Kasihan anak-anak bangsa, generasi muda yang menggantungkan hidupnya bersama si kulit bundar. Politisasi olahraga hanya membawa petaka bagi bangsa ini khususnya di dunia olahraga itu sendiri, sebab belakangan ini sepak bola adalah sebuah profesi. Kalau kita menengok kebelahan bumi eropa dan Amarika selatan sana, sepak bola adalah sebuah profesi yang sangat membanggakan dan menggiurkan, sebut saja Leonel Messi, C. Ronaldo, ini orang-orang yang memang hidupnya untuk sepak bola dan mencari kehidupan disepak bola.

Saya hanya berharap para petinggi PSSI dan KPSI sadar dan bersatu agar dunia persepakbolaan kita semakin solid, sebab profesional dan politik enggak akan bisa bergandengan tangan.(hamkagema’s)

Posted on Desember 9, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: